Selasa, 14 Desember 2010

Pentingnya Pengendalian Emosi



Emosi yang tak terkendali hanya akan merugikan diri sendiri. Selain menyebabkan energi Anda terkuras habis, Anda akan dicap tidak kuat mental dan tidak dewasa. Makanya, jika Anda digelayuti berbagai masalah, cobalah jangan hanyut dalam emosi, kendalikan diri. Lebih baik Anda coba tenangkan diri dengan menarik nafas dalam-dalam. Dan berpikirlah lebih rileks! Emang nggak mudah sih, tapi kalau pandai mengelola dan mengendalikan emosi, Anda akan merasakan manfaatnya loh, apa aja sih..?

Orang-orang yang terlatih mengendalikan emosi umumnya tidak pernah panik dalam menghadapi situasi apapun. Hal ini tentu cukup mempengaruhi kualitas kerja Anda. Orang-orang yang mampu mengendalikan emosi, umumnya bisa menjaga kualitas kerjanya dengan baik pula. Sebaliknya, jika Anda bekerja dalam keadaan emosi yang tidak stabil, membuka peluang besar untuk melakukan kesalahan fatal. Emosi yang terkendali dengan baik, dapat meningkatkan rasa pede Anda. Dengan emosi yang terjaga, Anda lebih mudah melakukan tugas apapun dengan lebih baik. Dengan demikian Anda yakin apapun yang akan Anda hadapi dapat Anda selesaikan semaksimal mungkin. Hal ini secara otomatis akan menambah rasa percaya diri Anda. Dan tentu saja hal ini sangat diperlukan dalam dunia kerja bukan? Perlu Anda ketahui, emosi yang berlebihan akan menguras nyaris seluruh energi Anda, lebih dari kegiatan fisik yang Anda lakukan. Karena emosi umumnya membuat pikiran Anda meledak-ledak dan tanpa disadari membuat gerakan Anda sulit terkendali.

Nah emosi yang terkendali lebih menghemat energi Anda. Sehingga Anda tidak mudah lelah dan selalu siap dengan aktivitas sehari-hari. Hal yang sangat menguntungkan, jika Anda pandai mengelola dan mengendalikan emosi, Anda akan lebih sehat baik fisik maupun mental. Coba aja lihat, orang-orang yang sering dilanda emosi banyak dihinggapi penyakit. Selain penyakit mental seperti stres dan depresi, mereka juga dijangkiti penyakit fisik yang cukup berat seperti hipertensi, alergi, maag, migrain, dll. Nah kalau Anda terlatih mengendalikan emosi, stres dan segala macam penyakit ini akan menjauh dari kehidupan Anda. Pikiran dan fisik Anda pun lebih sehat. Lagipula kesehatan sangat penting untuk membangun karir bukan? Dengan segala keuntungan mengendalikan emosi, otomatis akan melancarkan segala aktivitas anda. Baik aktivitas pribadi maupun karir.



Bisa dibayangkan, alangkah kacaunya dunia ini jika emosi-emosi tidak teredam. Semua bertindak sesuka hati, dengan perasaan dan luapan emosional masing-masing. Berikut ini beberapa cara untuk melatih emosi kita. Ingat, dikuasai atau menguasai emosi adalah sebuah pilihan.

1. Belajarlah untuk mendengarkan. Pernahkah kita meluangkan waktu untuk mendengarkan orang lain? Bukan sekadar mendengar, tapi menyimak dengan saksama. Mendengarkan yang tidak terdengar. Itu adalah cara yang efektif. Karena sewaktu kita mendengarkan orang lain, kita juga sedang belajar untuk menguasai dan menetralkan emosi.

Beberapa orang mungkin tidak cukup sabar untuk mendengarkan orang lain. Mereka lebih senang didengarkan daripada mendengarkan. Padahal dalam proses mendengarkan itulah, kita dapat melatih penguasaan diri. Demikian pula secara simultan seseorang yang emosional akan mengalami kelegaan luar biasa ketika isi hatinya didengarkan.

2. Kekuatan dalam penguasaan diri. Ada foto menarik yang sering digunakan sebagai ilustrasi sikap penguasaan diri. Seekor kucing tampak dengan santai menghirup genangan air di tengah pelataran. Sementara di sekelilingnya berbaris puluhan anjing herder polisi.

Demikian pula orang yang tidak memiliki ketenangan akan kerap mendapati dirinya melakukan kecerobohan dan kesalahan yang tidak perlu. Sebaliknya, dalam keadaan tenang kita dapat menganalisis situasi dengan akal sehat yang jernih. Dengan penguasaan diri kita dapat mengambil keputusan dan tindakan yang tepat.

3. Sikap lapang hati yang melegakan. Kelapangan hati dapat muncul ketika kesesakan melanda hidup kita. Menyimpan kerikil-kerikil tajam atau melepaskan semua beban berat yang mengganjal di hati adalah suatu pilihan. Dan pilihan kita akan menentukan apakah kita dapat berdamai dengan emosi atau tidak. Mengembangkan kekuatan penguasaan diri melalui sikap empati dan lapang hati akan memberikan kelegaan yang besar untuk berdamai dengan emosi.


sumber
http://id.shvoong.com/medicine-and-health/1671635-pentingnya-pengendalian-emosi/
http://www.ebahana.com/warta-1052-Mengendalikan-Emosi.html

Rahasia Agar Rambut Sehat


Banyak orang melakukan perawatan hanya berdasarkan perkiraan, dan mengira permasalahannya pada batang rambut. Padahal problema rambut tak hanya sebatas batang rambut.

Meski problema yang terlihat dari dua orang bisa saja sama, namun permasalahan utamanya belum tentu demikian. Akibatnya, treatment yang dilakukan tak selalu berhasil untuk orang lainnya. Misalnya, ada yang menganggap rambut kering disebabkan oleh ketombe. Padahal rambut kering bisa disebabkan oleh hal lain. Atau masalah rambut rontok, banyak yang melakukan perawatan untuk rambut rontok, padahal tanpa disadari masalahnya berada pada kulit kepala yang sensitif. Mencoba memberi pelayanan lebih menyeluruh dan tuntas, Johnny Andrean Salon meluncurkan konsep perawatan yang dinamakan Johnny Andrean Treatment Series. Langkah-langkah perawatannya adalah:

Diagnosa Rambut
Di rangkaian perawatan ini, pengunjung akan didiagnosa permasalahan rambut dan kulit kepala menggunakan alat diagnosa berupa kamera untuk melihat kondisi kulit kepala dan kondisi rambut. Melalui hasil diagnosa rambut dan kulit kepala ini, akan diketahui lebih lanjut apa masalah utama rambut. Terapis profesional Johnny Andrean juga dapat mendiagnosa masalah dengan cara manual, seperti menggunakan kertas tisu, menerawang kelenturan rambut, dan dengan berbagai cara lainnya. Setelah diteliti masalah rambutnya, akan diketahui perawatan apa yang paling tepat untuk kulit kepala atau batang rambutnya. Tak hanya diagnosa, pengunjung juga bisa bertanya-tanya kepada sang terapis mengenai permasalahan rambut dan perawatan yang sebaiknya mereka lakukan.

Pencucian Rambut
Diperlukan untuk membuang kotoran, agar produk yang diaplikasikan menyerap sempurna ke kulit kepala dan batang rambut.

Aplikasi Produk
Pemilihan produk disesuaikan dengan kondisi kulit kepala dan batang rambut. Pengaplikasian dilakukan dengan pijatan khusus untuk menyempurnakan penyerapan produk ke akar dan batang rambut.

Proses Relaksasi
Pada tahap ini, terapis akan memberikan servis pijatan yang menenangkan dan mengendurkan syaraf di kepala, leher, pundak, dan tangan.

Proses Steaming
Berfungsi untuk memaksimalkan penyerapan dan proses perbaikan produk yang diaplikasikan pada akar dan batang rambut. Steaming menggunakan steam ozon yang tidak panas, bahkan di bagian akhir akan diberikan udara dingin untuk menutup kembali pori-pori.

Pembilasan
Rambut dibilas dan dicuci bersih untuk dikeringkan. Pada tahap ini, produk yang telah diserap kulit kepala dan batang rambut masih bekerja dari dalam.

Aplikasi Vitamin
Setelah dikeringkan, rambut akan diberi vitamin sesuai dengan masalahnya masing-masing. Tahap ini sangat penting bagi rambut, karena vitamin yang diberikan dapat menjaga dan memaksimalkan proses perbaikan rambut yang masih bekerja dari dalam. Proses ini juga berfungsi untuk mengembalikan kesehatan serta memberikan nutrisi yang dibutuhkan bagi rambut.

Johnny Andrean menggunakan produk-produk dari L’Oreal (Paris) dan Matrix (Amerika) yang memiliki bahan dasar alami serta dapat menunjang proses perawatan di salon ataupun di rumah. Pilihan produk ini disesuaikan dengan kebutuhan rambut dan selera dari masyarakat. Produk perawatan ini bersifat alami, lembut bagi kulit kepala dan batang rambut, serta ramah lingkungan. Harga yang ditawarkan mulai Rp 42.000,- (tergantung dari kondisi kulit kepala dan treatment yang dilakukan, belum termasuk cuci-blow). Perawatan ini bisa dilakukan di 150 gerai Johnny Andrean Salon mulai 1 Maret 2009 lalu.

Masalah Rambut dan Solusinya
Perawatan dan produk yang ditawarkan terdiri atas perawatan untuk kulit kepala dan perawatan untuk batang rambut, tergantung dari masalah rambut yang didapati.

Berikut adalah permasalahan pada rambut dan kulit kepala:
Masalah pada batang rambut:
- Rambut normal
- Rambut kering
- Rambut rusak (patah dan bercabang)
- Rambut yang diwarnai
- Rambut yang di-smoothing (pelurusan)

Masalah pada kulit kepala:
- Kulit kepala normal
- Kulit kepala sensitif
- Kulit kepala berketombe
- Kulit kepala berminyak

Solusi dan perawatan untuk batang rambut dan kulit kepala:
Perawatan untuk batang rambut:
- Essential Masque/Essential Therapy
- Dry Masque/Dry Therapy
- Repair Masque/Repair Therapy
- Color Masque/Color Therapy
- Smooth Masque/Smooth Therapy

Perawatan untuk kulit kepala:
- Anti Hairloss Therapy
- Anti Dandruff Spa/Anti Dandruff Therapy
- Anti Oily Therapy
- Refresh Spa/Refresh Therapy


Berikut ini tip dari tradisi Ayurveda yang berumur 5.000 tahun mengenai keindahan dan kesehatan rambut:

1. Mulailah dengan mengatur makanan. Pilih makanan yang mengandung sayuran hijau dan buah manis. Produk susu dan yogurt juga baik untuk rambut. Demikian juga dengan kelapa.

2. Hindari makanan olahan atau kalengan. Ayurveda mengatakan bahwa makanan dengan pengawet buatan dan bahan kimia tambahan tidak akan memberi manfaat gizi untuk tubuh dan badan. Minuman dingin juga mengganggu proses pencernaan dan asimilasi zat gizi.

3. Bumbu seperti lada hitam bermanfaat untuk kesehatan rambut. Tambahkan bumbu ini ke dalam sup atau masakan lain.

4. Hindari stres karena dapat berakibat serius dalam jangka panjang dan mempengaruhi warna rambut. Cobalah atur waktu dan tugas untuk meminimisasi tekanan. Lakukan rileksasi/meditasi.

5. Jauhi produk kimia keras yang dapat merusak rambut. Cari sampo dan kondisioner alami dan lembut, terutama bila Anda mencuci rambut tiga kali seminggu.

6. Pijat kulit kepala dengan minyak kelapa atau minyak zaitun untuk menstimulasi dan memberi kelembaban kulit kepala.

7. Jangan sisir rambut dengan sikat ketika rambut basah.


sumber
http://kesehatan.kompas.com/read/2010/01/01/21051111/7.Rahasia.Agar.Rambut.Sehat
http://www.sripoku.com/view/7797/kenali_masalah_rambut_yang_sebenarnya

Kamis, 09 Desember 2010

Skizofrenia : apakah itu??


Skizofrenia merupakan penyakit otak yang timbul akibat ketidakseimbangan pada dopamin, yaitu salah satu sel kimia dalam otak. Ia adalah gangguan jiwa psikotik paling lazim dengan ciri hilangnya perasaan afektif atau respons emosional dan menarik diri dari hubungan antarpribadi normal. Sering kali diikuti dengan delusi (keyakinan yang salah) dan halusinasi (persepsi tanpa ada rangsang pancaindra).

Pada pasien penderita, ditemukan penurunan kadar transtiretin atau pre-albumin yang merupakan pengusung hormon tiroksin, yang menyebabkan permasalahan pada zalir serebrospinal.

Skizofrenia bisa mengenai siapa saja. Data American Psychiatric Association (APA) tahun 1995 menyebutkan 1% populasi penduduk dunia menderita skizofrenia.

75% Penderita skizofrenia mulai mengidapnya pada usia 16-25 tahun. Usia remaja dan dewasa muda memang berisiko tinggi karena tahap kehidupan ini penuh stresor. Kondisi penderita sering terlambat disadari keluarga dan lingkungannya karena dianggap sebagai bagian dari tahap penyesuaian diri.

Pengenalan dan intervensi dini berupa obat dan psikososial sangat penting karena semakin lama ia tidak diobati, kemungkinan kambuh semakin sering dan resistensi terhadap upaya terapi semakin kuat. Seseorang yang mengalami gejala skizofrenia sebaiknya segera dibawa ke psikiater dan psikolog.


Gejala

Indikator premorbid (pra-sakit) pre-skizofrenia antara lain ketidakmampuan seseorang mengekspresikan emosi: wajah dingin, jarang tersenyum, acuh tak acuh. Penyimpangan komunikasi: pasien sulit melakukan pembicaraan terarah, kadang menyimpang (tanjential) atau berputar-putar (sirkumstantial). Gangguan atensi: penderita tidak mampu memfokuskan, mempertahankan, atau memindahkan atensi. Gangguan perilaku: menjadi pemalu, tertutup, menarik diri secara sosial, tidak bisa menikmati rasa senang, menantang tanpa alasan jelas, mengganggu dan tak disiplin.

Gejala-gejala skizofrenia pada umumnya bisa dibagi menjadi dua kelas:

  1. Gejala-gejala Positif
    Termasuk halusinasi, delusi, gangguan pemikiran (kognitif). Gejala-gejala ini disebut positif karena merupakan manifestasi jelas yang dapat diamati oleh orang lain.
  2. Gejala-gejala Negatif
    Gejala-gejala yang dimaksud disebut negatif karena merupakan kehilangan dari ciri khas atau fungsi normal seseorang. Termasuk kurang atau tidak mampu menampakkan/mengekspresikan emosi pada wajah dan perilaku, kurangnya dorongan untuk beraktivitas, tidak dapat menikmati kegiatan-kegiatan yang disenangi dan kurangnya kemampuan bicara (alogia).

Meski bayi dan anak-anak kecil dapat menderita skizofrenia atau penyakit psikotik yang lainnya, keberadaan skizofrenia pada grup ini sangat sulit dibedakan dengan gangguan kejiwaan seperti autisme, sindrom Asperger atau ADHD atau gangguan perilaku dan gangguan Post Traumatic Stress Dissorder. Oleh sebab itu diagnosa penyakit psikotik atau skizofrenia pada anak-anak kecil harus dilakukan dengan sangat berhati-hati oleh psikiater atau psikolog yang bersangkutan.

Pada remaja perlu diperhatikan kepribadian pra-sakit yang merupakan faktor predisposisi skizofrenia, yaitu gangguan kepribadian paranoid atau kecurigaan berlebihan, menganggap semua orang sebagai musuh. Gangguan kepribadian skizoid yaitu emosi dingin, kurang mampu bersikap hangat dan ramah pada orang lain serta selalu menyendiri. Pada gangguan skizotipal orang memiliki perilaku atau tampilan diri aneh dan ganjil, afek sempit, percaya hal-hal aneh, pikiran magis yang berpengaruh pada perilakunya, persepsi pancaindra yang tidak biasa, pikiran obsesif tak terkendali, pikiran yang samar-samar, penuh kiasan, sangat rinci dan ruwet atau stereotipik yang termanifestasi dalam pembicaraan yang aneh dan inkoheren.

Tidak semua orang yang memiliki indikator premorbid pasti berkembang menjadi skizofrenia. Banyak faktor lain yang berperan untuk munculnya gejala skizofrenia, misalnya stresor lingkungan dan faktor genetik. Sebaliknya, mereka yang normal bisa saja menderita skizofrenia jika stresor psikososial terlalu berat sehingga tak mampu mengatasi. Beberapa jenis obat-obatan terlarang seperti ganja, halusinogen atau amfetamin (ekstasi) juga dapat menimbulkan gejala-gejala psikosis.

Penderita skizofrenia memerlukan perhatian dan empati, namun keluarga perlu menghindari reaksi yang berlebihan seperti sikap terlalu mengkritik, terlalu memanjakan dan terlalu mengontrol yang justru bisa menyulitkan penyembuhan. Perawatan terpenting dalam menyembuhkan penderita skizofrenia adalah perawatan obat-obatan antipsikotik yang dikombinasikan dengan perawatan terapi psikologis.

Kesabaran dan perhatian yang tepat sangat diperlukan oleh penderita skizofrenia. Keluarga perlu mendukung serta memotivasi penderita untuk sembuh. Kisah John Nash, doktor ilmu matematika dan pemenang hadiah Nobel 1994 yang mengilhami film A Beautiful Mind, membuktikan bahwa penderita skizofrenia bisa sembuh dan tetap berprestasi.


Terapi Penyakit Skizofrenia

Obat neuroleptika selalu diberikan, kecuali obat-obat ini terkontraindikasi, karena 75% penderita skizofrenia memperoleh perbaikan dengan obat-obat neuroleptika. Kontraindikasi meliputi neuroleptika yang sangat antikolinergik seperti klorpromazin, molindone, dan thioridazine pada penderita dengan hipertrofi prostate atau glaucoma sudut tertutup. Antara sepertiga hingga separuh penderita skizofrenia dapat membaik dengan lithium. Namun, karena lithium belum terbukti lebih baik dari neuroleptika, penggunaannya disarankan sebatas obat penopang. Meskipun terapi elektrokonvulsif (ECT) lebih rendah disbanding dengan neuroleptika bila dipakai sendirian, penambahan terapi ini pada regimen neuroleptika menguntungkan beberapa penderita skizofrenia.

Hal yang penting dilakukan adalah intervensi psikososial. Hal ini dilakukan dengan menurunkan stressor lingkungan atau mempertinggi kemampuan penderita untuk mengatasinya, dan adanya dukungan sosial. Intervensi psikososial diyakini berdampak baik pada angka relaps dan kualitas hidup penderita. Intervensi berpusat pada keluarga hendaknya tidak diupayakan untuk mendorong eksplorasi atau ekspresi perasaan-perasaan, atau mempertinggi kewaspadaan impuls-impuls atau motivasi bawah sadar.


Tujuannya adalah :

  1. Pendidikan pasien dan keluarga tentang sifat-sifat gangguan skizofrenia.
  2. Mengurangi rasa bersalah penderita atas timbulnya penyakit ini. Bantu penderita memandang bahwa skizofrenia adalah gangguan otak.
  3. Mempertinggi toleransi keluarga akan perilaku disfungsional yang tidak berbahaya. Kecaman dari keluarga dapat berkaitan erat dengan relaps.
  4. Mengurangi keterlibatan orang tua dalam kehidupan emosional penderita. Keterlibatan yang berlebihan juga dapat meningkatkan resiko relaps.
  5. Mengidentifikasi perilaku problematik pada penderita dan anggota keluarga lainnya dan memperjelas pedoman bagi penderita dan keluarga.

Psikodinamik atau berorientasi insight belum terbukti memberikan keuntungan bagi individu skizofrenia. Cara ini malahan memperlambat kemajuan. Terapi individual menguntungkan bila dipusatkan pada penatalaksanaan stress atau mempertinggi kemampuan social spesifik, serta bila berlangsung dalam konteks hubungan terapeutik yang ditandai dengan empati, rasa hormat positif, dan ikhlas. Pemahaman yang empatis terhadap kebingungan penderita, ketakutan-ketakutannya, dan demoralisasinya amat penting dilakukan.


Prognosis Penyakit Skizofrenia
Fase residual sering mengikuti remisi gejala psikotik yang tampil penuh, terutama selama tahun-tahun awal gangguan ini. Gejala dan tanda selama fase ini mirip dengan gejala dan tanda pada fase prodromal; gejala-gejala psikotik ringan menetap pada sekitar separuh penderita. Penyembuhan total yang berlangsung sekurang-kurangnya tiga tahun terjadi pada 10% pasien, sedangkan perbaikan yang bermakna terjadi pada sekitar dua per tiga kasus. Banyak penderita skizofrenia mengalami eksaserbasi intermitten, terutama sebagai respon terhadap situasi lingkungan yang penuh stress. Pria biasanya mengalami perjalanan gangguan yang lebih berat dibanding wanita. Sepuluh persen penderita skizofrenia meninggal karena bunuh diri.

Prognosis baik berhubungan dengan tidak adanya gangguan perilaku prodromal, pencetus lingkungan yang jelas, awitan mendadak, awitan pada usia pertengahan, adanya konfusi, riwayat untuk gangguan afek, dan system dukungan yang tidak kritis dan tidak terlalu intrusive. Skizofrenia Tipe I tidak selalu mempunyai prognosis yang lebih baik disbanding Skizofrenia Tipe II. Sekitar 70% penderita skizofrenia yang berada dalam remisi mengalami relaps dalam satu tahun. Untuk itu, terapi selamanya diwajibkan pada kebanyakan kasus.


sumber :

http://www.resep.web.id/kesehatan/mengenal-penyakit-skizofrenia-salah-satu-gangguan-psikosis-fungsional.htm

http://id.wikipedia.org/wiki/Skizofrenia

Rabu, 01 Desember 2010

Nenek Moyang Kucing dari Timur Tengah


Sebuah riset membuktikan bahwa pelacakan nenek moyang kucing rumah itu berujung pada kucing liar, yang melakukan kawin silang lebih dari 100 ribu tahun yang lalu. "Kucing rumah memiliki satu grup genetik yang tak dapat dibedakan dari kucing liar Timur Tengah itu," kata Stephen J. O'Brien dari National Cancer Institute, Amerika Serikat. "Jadi domestikasi pertama kali terjadi di Timur Tengah, tempat kucing itu hidup sekarang ini."

Riset yang dipublikasikan dalam jurnal Science terbaru ini adalah penelitian yang serius. Carlos Driscoll, peneliti dari Oxford University dan anggota tim riset internasional NCI, yang terlibat dalam penelitian mengatakan, kucing adalah model untuk beberapa penyakit genetik manusia. Berbagai penyakit, seperti ginjal polycystic dan atrophy retina bisa dipelajari pada kucing.

Penelitian ini diharapkan juga bisa membantu upaya pelestarian kucing liar. "Ini sebuah eksperimen yang mengagumkan ketika binatang berasal dari alam liar," kata O'Brien. "Kucing dikenal karena sifatnya yang ganas dan mematikan sehingga domestikasi adalah perubahan besar."

Leluhur kucing, bila dirunut, berasal dari lima jenis kucing liar, tapi bukan berarti kucing didomestikasi sebanyak lima kali. Lima jenis itu berhasil kawin silang pada waktu yang berbeda dan menghasilkan Felis silvestris lybica, nenek moyang kucing rumah modern.

O'Brien mengatakan kucing ada kemungkinan telah didomestikasi sekali atau beberapa kali sekitar 10 ribu-12 ribu tahun lampau. Ada kemungkinan kucing yang telah didomestikasi ini kembali liar atau perkawinan silang antara kucing liar dan kucing yang telah didomestikasi. "Semua data mendukung kemungkinan itu," katanya.

Para peneliti menemukan kucing liar dengan materi genetik DNA yang identik dengan kucing rumah di Israel, Arab Saudi, Bahrain, dan Uni Emirat Arab. Mereka mempelajari DNA mitokondria dari 979 kucing rumah dan kucing liar Eropa, Asia, dan Afrika sehingga memperoleh kesimpulan: asal mula spesies ini berkembang sejak 130 ribu-160 ribu tahun lampau.

Sumber : http://www.tempointeraktif.com/hg/iptek/2007/07/11/brk,20070711-103561,id.html

Bahaya Radiasi Nuklir


Selama ini bahaya pemakaian nuklir dinilai kurang disosialisasikan. Pakar nuklir Iwan Kurniawan menyatakan pembangunan PLTN di Muria di Jepara dan Madura dinilai tidak perlu mengingat bahaya yang ditimbulkan. Terlebih lagi energi alternatif yang bisa dipakai di Indonesia masih banyak ragamnya. Hal ini diungkapkan dalam sebuah diskusi soal rencana pembangunan PLTN di Unika Soegijapranata Sabtu (19/6).

Iwan yang mantan ahli nuklir di Badan Atom Nasional (BATAN) itu menilai pembangunan PLTN ini sangat besar resikonya terutama mengingat pengelolaan yang tidak hatihati.

“Kalau PLTN ini dikelola hati-hati memang aman, tetapi di Indonesia? sekarang kecenderungan negara-negara maju mulai menghentikan pengambilan energi nuklir ini karena kesulitan dalam pengelolaan limbahnya.”

Dikatakannya, selain bahaya kebocoran seperti di Chernobyl, resiko lainnya yakni bahaya radioaktif yang masih mengancam seusai pembangkit itu selesai dipakai. Ia menyebutkan tanda-tanda yang dialami saat terkena radio aktif nuklir itu. Gejala yang muncul dalam relatif singkat yakni pusing, muntah, rambut rontok, gigi tanggal dan penuaan dini. Soal penuaan dini ini, ia pernah bertemu korbannya berusia 13 tahun yang berubah seperti neneknenek dalam waktu 3 bulan. Menurutnya hal ini berbahaya bila zat radioaktif ini masuk ke rantai makanan. “Yang lebih jahat lagi, hal ini diturunkan secara genetis,” kata Iwan yang kini menjadi pengajar di STIE Nusantara Jakarta ini.

Ia mengungkapkan dalam waktu minimal 30 tahun, tempat pembangkit terutama sumur pembangkit itu menjadi sangat radiatif. “Dalam jangka waktu itu tempat itu tidak bisa dibiarkan, diurug, digunakan untuk makhluk hidup atau apapun. Karena umur radioaktif nuklir ini sangat panjang dengan kekuatan yang lama pula,”katanya.

Saat ini, limbah PLTN menjadi masalah bagi pengelola di negara maju. Mereka mempersoalkan bagaimana membuang limbah itu mengingat bahaya radioaktifnya itu. Bahaya radioaktif nuklir selama ini, kata dia, tak pernah diberitahukan kepada masyarakat. Maka ia pun tak heran ketika sebagian masyarakat menyatakan persetujuannya.

Pembangunan PLTN Muria dan Madura yang mengemuka kembali dinilai tidak memberi pengaruh yang positif. Adanya pembangunan PLTN ini, tak lebih karena cita-cita untuk penerapan ilmu para ahli di BATAN.


“Saat mulai dimunculkan pembangunan PLTN tahun 1992 itu bukan atas dasar prediksi kebutuhan energi listrik. Masih surplus listrik. Kalaupun sekarang ada pernyataan semacam itu, saya kira alternatif pembangkit energi ini masih banyak yang lain,” kata lulusan Universitas Tzukuba Jepang jurusan Fisika Nuklir Eksperimen ini.

Dia menilai kebutuhan energi di Indonesia untuk beberapa tahun mendatang masih bisa dicukupi dari pengembangan pembangkit tenaga lain. Ia mencontohkan tenaga uap, gas alam, batu bara, angin dan panas bumi serta matahari. Dikatakan lagi bahwa tahun 1994 prediksi kecukupan tenaga pembangkit sudah pernah ada dan masih mencukupi. “Masih banyak alternatif lain, tapi mengapa harus nuklir yang sangat beresiko. Ini tergantung political will pemerintah,” tandas Iwan.


sumber : http://iwankurniawan.wordpress.com/2007/07/19/bahaya-radiasi-nuklir-tak-pernah/

Fakta menarik tentang kulit



Organ terluar alias kluit dari tubuh manusia yang bersifat lentur dan lembut. Demi si kulit sehat, setiap hari
orang membersihkan, melembabkan dan melindungi kulitnya, terlebih lagi wanita. Apa saja fakta di balik kulit manusia?

Seperti dilansir dari Howstuffworks, dengan memahami kulit dapat membantu menempatkannya dalam sebuah perspektif bagaimana kulit mengisi semua ruang di tubuh.

1. Kulit melindungi organ internal dari unsur-unsur eksternal seperti suhu ekstrem, sinar ultraviolet dari matahari dan bahan kimia berbahaya.

2. Kulit juga membantu menahan air, mencegah infeksi dan memproduksi protein esensial dan vitamin. Untuk melakukan semua tugas itu, dibutuhkan kulit dalam jumlah banyak.

3. Orang dewasa rata-rata memiliki sekitar 8 pon (3,6 kilogram) atau sekitar 22 kaki persegi (6,7 meter persegi) kulit.

4. Tidak semua kulit dapat terlihat oleh mata. Kulit manusia terdiri dari tiga lapisan, yaitu epidermis, dermis dan lapisan lemak di bawah kulit, atau hypodermis. Dan setiap lapisan memiliki tujuan yang berbeda.

Epidermis adalah lapisan kulit luar yang memberikan pigmen dan menghasilkan sel-sel kulit baru sebagai pengganti sel-sel yang sudah mati.

Dermis adalah lapisan tengah, merupakan tempat rasa sakit dan mengandung reseptor sentuhan seperti pembuluh darah, folikel rambut, kolagen dan elastin.

Sedangkan lapisan bawah kulit terdiri dari kolagen dan lemak, yang membantu menyerap goncangan dan melindungi tubuh serta organ-organ internal.

5. Kulit adalah organ yang terus berkembang dan selalu berubah sepanjang hidup kita. Bahkan manusia menanggalkan sekitar 40.000 sel kulit per menit.

6. Kulit mengalami pembaharuan setiap 35 hari sekali. Ini berarti bahwa ketika seseorang berumur 20 tahun, ia telah mengalami pergantian kulit sebanyak 200 kali.

sumber : http://koranbaru.com/fakta-menarik-tentang-kulit/

pencerah wajah murah <---- klik disini

peta travel dan peta indonesia <---- klik disini

Lima Jenis Fobia Unik


Menurut Wikipedia, fobia adalah rasa takut yang berlebihan terhadap sesuatu atau fenomena. Fobia bisa dikatakan dapat menghambat kehidupan orang yang mengidapnya. Bagi sebagian orang, perasaan takut seorang penderita kerap sulit untuk. Sebenarnya ada banyak sekali jenis fobia, seperti cenophobia takut akan ruangan yang kosong, felinophobia takut akan kucing, dan lygophobia ketakutan akan kegelapan. Namun, ada juga fobia yang terbilang cukup unik, berikut beberapa di antaranya:


1. Nomophobia: ketakutan kehilangan kontak pada ponsel
Memang harus diakui, kita pun tentu akan merasa panik bila data kontak pada ponsel kita menghilang. Ini merupakan fobia yang muncul di era modern. Menurut Daily Mail, nomophobia bisa menjangkiti 53 persen pengguna ponsel di Inggris. Penderita nopophobia biasanya akan segera merasa panik bila tak bisa menemukan sinyal, kehilangan ponsel, atau baterei ponsel habis.


2. Sesquipedalophobia: ketakutan akan kata panjang
Fobia jenis ini memang menyulitkan dan membingungkan penderitanya bila harus mengatakan kata yang terdiri dari banyak huruf. Mereka bahkan bisa saja tak mampu menyebutkan nama sendiri. Kata panjang akan akan seketika membuat mereka merasa cemas, panik, dan ketakutan.


3. Optophobia: ketakutan membuka mata
Saat bayi lahir, salah satu hal yang harus dilakukannya untuk pertama kali adalah membuka mata. Pada penderita optophobia, ketakutan membuka mata, terutama sat bangun pagi berlangsung hingga mereka dewasa. Fobia ini dapat membuat penderitanya merasa lemah.


4. Arachibutyrophobia: ketakutan selai kacang menempel di langit-langit mulut
Dalam beberapa tahun terakhir, alergi terhadap kacang memang mulai menjadi masalah serius pada anak-anak. Bahkan beberapa lokasi pun seperti di pesawat menyediakan area bebas kacang. Mungkin alergi itu menjadi awal munculnya fobia ini, yakni takut bila selai kacang yang mereka makan bersama atau tanpa roti akan menempel ke langit-langit mulut merek.


5. Deipnophobia: ketakuan akan pesta makan malam
Beberapa orang memang kerap mengalami kegugupan bila mesti menghadiri pesta makan malam, baik itu untuk acara kantor maupun keluarga besar. Saat gugup, kita tentu akan memikirkan beberapa hal seperti siapa saja yang akan datang, dengan siapa kita mesti berbicara, dan apa yang akan dibicarakan. Namun, bagi yang menderita deipnophobia, biasanya akan terpikirkan hal-hal menakutkan yang kurang rasional mengenai apa yang akan mereka hadapi saat pesta makan malam. Saat harus berhadapan dengan orang-orang, mereka biasanya akan merasa panik, ketakutan, jantung berdegup kencang, napas tersengal-sengal, cemas, dan gemetar. Maka itu, bila ada kerabat atau teman yang selalu mengaku tak bisa hadir di acara makan malam, mungkin ini bisa jadi penyebabnya.(MI/*)


sumber : http://metrotvnews.com/index.php/metromain/newscat/polkam/2010/09/25/29803/Lima-Jenis-Fobia-Unik

 
Powered by Blogger